Sabtu, 11 September 2021

Platform untuk Menggali Sumber Berita


Halo sobat literasi! 

Menjadi Conten Writer pasti membutuhkan sumber informasi sebagai rujukan tulisannya. Terlebih untuk karya nonfiksi yang  harus terbukti kebenarannya. Nah, sebagai freelancer conten writer mencari sumber berita bisa dilakukan hanya dari rumah. Dari mana kita menggali sumber berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya?

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mencari informasi dari berbagai platform. Media sosial bisa menjadi terobosan termudah untuk menggali informasi dari narasumber. Banyak para tokoh dan pejabat negara yang memiliki akun media sosial Twitter. Kita bisa memanfaatkan informasi dari platform tersebut. Ungkapan para tokoh di media sosial bisa menjadi sumber berita yang valid. Namun, jangan lupa menyertakan sumbernya. Seperti nama akun media sosial yang kita kutip dan tanggal dipubikasikannya. 

Untuk melihat akun media sosial tersebut terverifikasi atau tidak, mudah saja. Jika terdapat centang biru dapat dipastikan akun tersebut benar-benar milik tokoh yang dimaksud.  

Media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk melihat topik yang tengah trending melalui hastag. Kita bisa dengan mudah mendapatkan topik yang kemudian dikembangkan lagi menjadi berita softnews dan juga hardnews. Pasti kalian sudah paham perbedaan keduanya kan? Lain kali insyaallah akan saya bahas mengenai perbedaan softnews dan hardnews

Selain dari media sosial tokoh, kita juga bisa menggali informasi dari media lain yang sudah terpercaya. Misalnya untuk hardnews kita bisa mengutip dari detik.com atau Kompas.com. kedua media tersebut merupakan media yang banyak dijadikan referensi jurnalis dan conten writer

Hal yang tidak boleh dilakukan ketika mengutip dari media lain yaitu menggunakan bahasa dan kalimat yang sama persis. Juga tidak menyertakan sumber berita. Misalkan kita mengambil informasi dari Kompas, mudah saja kita tinggal menambahkan kalimat Mengutip dari Kompas.com ..., atau bisa juga Melansir dari Kompas.com ....

Hal itu dilakukan untuk menghindari plagiarisme pada tulisan. Hal penting lainnya yaitu dengan melakukan parafrase ketika kita menulis berita. Hindari penggunaan kalimat yang sama persis, meskipun ini kerap terjadi pada konten berita hardnews

Sebelum mengguggah berita, conten writer sebaiknya melakukan pengecekan plagiarisme menggunakan aplikasi yang tersedia di internet. Kita tinggal mengcopy tulisan, kemudian aplikasi akan men-scan tulisan tersebut dan keluar prosentase plagiarisme. Setiap media biasanya memiliki kebijakan masing-masing terkait berapa besar prosentase plagiarisme. Umumnya batas maksimal mencapai 5-10%. Karena ini tulisan nonfiksi pasti akan memiliki persamaan dengan tulisan di media lain. Misalkan nama tokoh, nama tempat dan topik itu sendiri. Namun, jika kita pandai melakukan parafrase , pasti tidak akan kesulitan untuk menyusun berita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...