Jumat, 10 September 2021

Jadi Freelancer Conten Writer, Why Not!


Jika dijabarkan, menulis itu sangatlah luas. Beragam jenis tulisan tersebut dibagi menjadi dua kategori umum yaitu tulisan fiksi dan nonfiksi. Saya tidak akan mengulas perbedaannya di sini. Sudah terlalu banyak artikel yang menjelaskan pengertian, jenis dan karakteristik dua kategori tersebut.

Saya hanya ingin menceritakan pengalaman ketika saya menjadi salah satu kontributor media online yang berkantor pusat di Yogyakarta. Unik memang, saya berdomisili di Nganjuk, tetapi harus menulis untuk media kota lain.

Tidak ada masalah. Kecanggihan teknologi menjawab semuanya. Meski saya tidak bisa bertemu langsung dengan pimpinan redaksi juga teman-teman kontributor lainnya, tetapi setiap hari kami berdiskusi yang hunting berita bersama-sama.

Ada beberapa teman yang bertanya kepada saya bagaimana sistematis menjadi kontributor juga jurnalis berita. Mereka juga menanyakan bagaimana saya bisa menulis berita padahal tidak keluar rumah. Inilah yang disebut sebagai freelancer.

Freelancer memiliki artian sebagai pekerja lepas yang tidak terikat kontrak jangka panjang, tetapi tetap memiliki kontrak yang kuat dan jelas. Begitu juga dengan saya. Setiap hari saya menulis berita, baik hardnews maupun softnews. Karena media tersebut merupakan media online di Yogyakarta, sudah semestinya berita lokal juga seputar Yogyakarta, terlepas berita nasional pada umumnya.

Tulisan nonfiksi sangat identik dengan sumber berita. Nah, bagaimana seorang freelancer menggali informasinya? Tenang, di sini akan sedikit saya beberkan.

Sumber informasi menjadi penguat berita yang kita tulis. Tanpa data tidak bisa dinamakan tulisan nonfiksi. Secara umum sumber berita itu bisa didapat dengan dua cara, yaitu wawancara langsung dengan narasumber dan yang kedua yaitu mencari informasi dari flatform yang terpercaya. Di blog selanjutnya insyaallah akan saya bahas tentang bagaimana cara hunting informasi dari media online.

Untuk freelancer wawancara bisa dilakukan secara daring. Biasanya saya cukup berkomunikasi dengan narasumber menggunakan aplikasi perpesanan. Bisa juga menggunakan aplikasi lain seperti Zoom, Google Meet, dan lain sebagainya. Blog selanjutnya akan saya bahas bagaimana cara menggali informasi dari narasumber yang dilakukan secara daring.

Menjadi freelancer conten writer merupakan pengalaman yang berharga buat saya. Bukan hanya untuk melatih skill menulis, tetapi juga belajar bidang lain sesuai narasumber yang kita ajak komunikasi. Salah satunya saya pernah mewancarai seorang pengusaha. Secara tidak langsung saya belajar banyak hal tentang bidang itu. Sama ketika mewancarai narasumber di bidang pendidikan juga ekonomi. Saya merangkum apa yang mereka sampaikan kemudian saya tulis menjadi berita.

Terima kasih sudah mampir di blog saya. 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...