![]() |
| https://www.educenter.id/manfaat-anak-belajar-di-alam-terbuka/ |
Apa kabar Bunda pejuang
keluarga? Apa kabar juga anak-anak yang sedang menjalani sekolah berbasis
daring? Nah, simak pengalaman saya berikut, agar kita bisa menghandle anak dan perkembangannya tetap
melesat. Semoga bermanfaat.
Satu tahun lebih sudah
kita dilanda sebuah kondisi yang cukup mencekam. Dari yang sebelumnya kita bisa
bergerak tanpa batas, berbalik 180 derajat segala aktivitas jadi terbatas. Belum
lagi banyaknya korban berjatuhan akibat pandemi, rumor sana sini yang membuat
keadaan semakin genting. Pekerjaan dialihkan menjadi WFH, jalan raya dijaga
ketat oleh aparat, dan tak kalah memperihatinkan diberlakukannya sekolah
berbasis daring ( dalam jaringan).
Tekhnologi tak jadi
kendala. Kecanggihannya sudah mampu meng-handle
sistem pembelajaran di era kekinian. Namun, justru psikis anaklah yang menjadi
masalah. Bagaimana tidak? Yang biasanya anak belajar bersama dengan
teman-temannya di sekolah, kini harus duduk manis sendirian di dalam rumah. Tak
ada tatap muka antara mereka, sosialisasi pun tidak maksimal meskipun sudah
dilakukan secara digital.
Tidak hanya bagi anak,
tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan keadaan. Kurangnya kemampuan dan
pengetahuan bisa-bisa menghambat perkembangan anak. Apalagi jika orang tua tidak
fleksibel dalam mengatur waktu, tidak hanya anak yang akan terlantar, pekerjaan
rumah lainnya pun akan bernasib sama.
Saya merupakan orang
tua dari dua orang anak. Si sulung duduk di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah, dan si
bungsu yang baru berusia 3,5 tahun sedang memulai pendidikan di Kelompok
Bermain ( KB). Kedua anak saya semuanya laki-laki. Bisa terbayang, kan
bagaimana keribetan saya mengatasi dua anak yang sedang aktif-aktifnya. Meskipun
anak-anak belajar di rumah, saya ingin mereka tetap merasakan belajar seperti
halnya di sekolahan.
Nah, saya akan berbagi
informasi dengan Bunda-Bunda sekalian, bagaimana cara saya menghandle anak-anak saat belajar di rumah. Berikut
5 hal yang Bunda perlu lakukan.
1. Atur Jadwal
Meski
anak-anak sekolah tanpa mendapat pengawasan langsung dari gurunya, bukan
berarti kita bisa mendampingi anak belajar sesuka hati kita. Buatlah jawdal
yang terstruktur mulai anak bangun pagi, mandi, makan, dan belajar. Penanaman
sikap disiplin pada anak sangatlah baik. Tentunya ini menjadi bekal kelak ia
setelah di jenjang pendidikan berikutnya.
2. Briefing
Sebelum
ke kegiatan belajar inti, sebaiknya anak-anak diberi pemanasan. Jika di sekolah
kita kenal dengan baris berbaris atau senam pagi, di rumah pun juga tetap bisa
dilakukan. Lakukan hal-hal kecil untuk pemanasan pada otak mereka. Seperti
menyiapkan alat tulis, mengambil buku pelajaran sesuai jadwal. Jika ada
pembiasaan di sekolah ini sangat bagus untuk merangsang otaknya. Menghafal
sesuatu, menyanyi, melakukan perengangan otot ringat juga bisa dilakukan
tentunya.
3. Ajaklah Diskusi
Ketika
guru memberikan tugas, jangan serta merka kita langsung menunjukkan tugas
tersebut kepada anak. Ajaklah anak diskusi sedikit tentang materi yang
berkaitan. Hal ini memang tidak semua orang bisa melakukan. Namun, jangan
menyerah begitu saja. Bunda tentu bisa mempelajarinya dengan menonton
video-video pembelajaran di kanal Youtube. Ciptakan suasana yang asyik agar
anak tidak merasa bosan belajar sendirian.
4. Adakan Permainan
Melakukan
permainan dengan anak, akan mengurangi kejenuhan. Berilah pertanyaan seputar
materi yang baru saja dipelajari. Jika perlu ciptakan permainan untuk
merangsang perkembangan lainnya. Permainan semakin seru jika Bunda memberikan reward kepada anak. Tidak perlu mahal
atau pun besar, yang terpenting anak merasa dihargai atas pencapainnya dalam
permainan.
5. Suasana Kondusif
Yang
terakhir adalah suasana kondusif. Maksudnya adalah kita perlu mengatur tempat khusus untuk belajar.
Tidak harus di dalam rumah atau pun kamar, belajar di luar rumah juga
mengasyikkan, bukan? Cari tempat teduh dan nyaman. Kita juga bisa memanfaatkan
lingkungan sekitar sebagai obyek pembelajaran. Misalnya saat anak sedang
belajar tentang lambang bilangan, kita bisa menyuruh anak untuk menghitung daun
yang berguguran, kemudian menyuruh untuk membuangnya ke tempat sampah. Nah,
kalau seperti itu bukan hanya pengetahuan akademiknya saja yang terangsang,
sosialnya juga akan ikut terangsang.
Itulah 5 langkah yang
biasa saya terapkan pada anak-anak. Beruntung, mereka tidka cepat merasa bosan.
Justru meminta ditemani untuk belajar. Tetap semangat ya, Bunda-Bunda dalam
mendampingi anak di rumah.





