Sabtu, 17 Juli 2021

Anak Bosan Belajar Daring? Lakukan 5 Hal Berikut Ini Bikin Suasana Gak Garing!

 

https://www.educenter.id/manfaat-anak-belajar-di-alam-terbuka/

Apa kabar Bunda pejuang keluarga? Apa kabar juga anak-anak yang sedang menjalani sekolah berbasis daring? Nah, simak pengalaman saya berikut, agar kita bisa menghandle anak dan perkembangannya tetap melesat. Semoga bermanfaat.

Satu tahun lebih sudah kita dilanda sebuah kondisi yang cukup mencekam. Dari yang sebelumnya kita bisa bergerak tanpa batas, berbalik 180 derajat segala aktivitas jadi terbatas. Belum lagi banyaknya korban berjatuhan akibat pandemi, rumor sana sini yang membuat keadaan semakin genting. Pekerjaan dialihkan menjadi WFH, jalan raya dijaga ketat oleh aparat, dan tak kalah memperihatinkan diberlakukannya sekolah berbasis daring ( dalam jaringan).

Tekhnologi tak jadi kendala. Kecanggihannya sudah mampu meng-handle sistem pembelajaran di era kekinian. Namun, justru psikis anaklah yang menjadi masalah. Bagaimana tidak? Yang biasanya anak belajar bersama dengan teman-temannya di sekolah, kini harus duduk manis sendirian di dalam rumah. Tak ada tatap muka antara mereka, sosialisasi pun tidak maksimal meskipun sudah dilakukan secara digital.

Tidak hanya bagi anak, tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan keadaan. Kurangnya kemampuan dan pengetahuan bisa-bisa menghambat perkembangan anak. Apalagi jika orang tua tidak fleksibel dalam mengatur waktu, tidak hanya anak yang akan terlantar, pekerjaan rumah lainnya pun akan bernasib sama.

Saya merupakan orang tua dari dua orang anak. Si sulung duduk di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah, dan si bungsu yang baru berusia 3,5 tahun sedang memulai pendidikan di Kelompok Bermain ( KB). Kedua anak saya semuanya laki-laki. Bisa terbayang, kan bagaimana keribetan saya mengatasi dua anak yang sedang aktif-aktifnya. Meskipun anak-anak belajar di rumah, saya ingin mereka tetap merasakan belajar seperti halnya di sekolahan.

Nah, saya akan berbagi informasi dengan Bunda-Bunda sekalian, bagaimana cara saya menghandle anak-anak saat belajar di rumah. Berikut 5 hal yang Bunda perlu lakukan.

1.      Atur Jadwal

Meski anak-anak sekolah tanpa mendapat pengawasan langsung dari gurunya, bukan berarti kita bisa mendampingi anak belajar sesuka hati kita. Buatlah jawdal yang terstruktur mulai anak bangun pagi, mandi, makan, dan belajar. Penanaman sikap disiplin pada anak sangatlah baik. Tentunya ini menjadi bekal kelak ia setelah di jenjang pendidikan berikutnya.

2.      Briefing

Sebelum ke kegiatan belajar inti, sebaiknya anak-anak diberi pemanasan. Jika di sekolah kita kenal dengan baris berbaris atau senam pagi, di rumah pun juga tetap bisa dilakukan. Lakukan hal-hal kecil untuk pemanasan pada otak mereka. Seperti menyiapkan alat tulis, mengambil buku pelajaran sesuai jadwal. Jika ada pembiasaan di sekolah ini sangat bagus untuk merangsang otaknya. Menghafal sesuatu, menyanyi, melakukan perengangan otot ringat juga bisa dilakukan tentunya.

3.      Ajaklah Diskusi

Ketika guru memberikan tugas, jangan serta merka kita langsung menunjukkan tugas tersebut kepada anak. Ajaklah anak diskusi sedikit tentang materi yang berkaitan. Hal ini memang tidak semua orang bisa melakukan. Namun, jangan menyerah begitu saja. Bunda tentu bisa mempelajarinya dengan menonton video-video pembelajaran di kanal Youtube. Ciptakan suasana yang asyik agar anak tidak merasa bosan belajar sendirian.

4.      Adakan Permainan

Melakukan permainan dengan anak, akan mengurangi kejenuhan. Berilah pertanyaan seputar materi yang baru saja dipelajari. Jika perlu ciptakan permainan untuk merangsang perkembangan lainnya. Permainan semakin seru jika Bunda memberikan reward kepada anak. Tidak perlu mahal atau pun besar, yang terpenting anak merasa dihargai atas pencapainnya dalam permainan.

5.      Suasana Kondusif

Yang terakhir adalah suasana kondusif. Maksudnya adalah  kita perlu mengatur tempat khusus untuk belajar. Tidak harus di dalam rumah atau pun kamar, belajar di luar rumah juga mengasyikkan, bukan? Cari tempat teduh dan nyaman. Kita juga bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai obyek pembelajaran. Misalnya saat anak sedang belajar tentang lambang bilangan, kita bisa menyuruh anak untuk menghitung daun yang berguguran, kemudian menyuruh untuk membuangnya ke tempat sampah. Nah, kalau seperti itu bukan hanya pengetahuan akademiknya saja yang terangsang, sosialnya juga akan ikut terangsang.

Itulah 5 langkah yang biasa saya terapkan pada anak-anak. Beruntung, mereka tidka cepat merasa bosan. Justru meminta ditemani untuk belajar. Tetap semangat ya, Bunda-Bunda dalam mendampingi anak di rumah.

 

 

 

Selasa, 13 Juli 2021

Mengenal UWRF dan Kiat Menembusnya Ala Heru Sang Amurwabumi

https://ceritakhun.com/ubud-writers-readers-festival-2021-bertema-mulat-sarira/

Tak banyak orang yang mengenal sebuah kompetisi berskala nasional yang menduduki ratting lima besar se-dunia dalam jagat literasi. Adalah UWRF atau Ubud Writers and Readers Festival. Sesuai namanya, festival ini diselenggarakan di Ubud, Bali, Indonesia oleh sebuah yayasan yakni Yayasan Mudra Swari Saraswati atas gagasan Janet DeNeefe.

Latar belakang berdirinya festival UWRF adalah sebagai proyek pemulihan terhadap Bom Bali 2002 sebagai bagian dari upaya pemulihan pariwisata. UWRF pertama kali diselenggarakan pada tahun 2004 dan setiap tahun hingga saat ini.

UWRF merupakan festival tata bahasa dan gagasan terbesar di Asia yang ikuti oleh penulis, seniman, pemikir dan pementas tersohor dari seluruh dunia. Untuk menembusnya tentu tidak mudah. Dari ratusan bahkan ribuan peserta yang ikut seleksi, diambil Top Five yang akan mendapat kesempatan emas datang dan mengikuti puncak festival yang diselenggarakan di Ubud, Bali. Hanya lima naskah yang harus mampu menyisihkan ratusan naskah yang turut meramaikan seleksi. Lantas apa saja kiat-kiat untuk menembus ajang yang sangat bergengsi ini?

Heru Sang Amurwabumi, penulis yang lahir di Nganjuk merupakan salah satu dari lima penulis yang berhasil menduduki sebagai Penulis Emerging di UWRF 2019. Menurut penuturannya secara live di Instagram @karyamurnipublisher (9/7/2021), setelah tiga kali mengirimkan naskah, baru yang ketiga kalinya lolos seleksi.

Hal ini menunjukkan betapa ketatnya seleksi UWRF ini. Butuh persiapan dan riset data yang tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam live Instagram tersebut, Heru Sang Amurwabumi membeberkan kiat-kiat untuk menembus UWRF mengacu pada pengalamannya selama tiga kali mengikuti seleksi.

Yang pertama, penulis harus memahami pihak penyelenggara sebuah kompetisi. Yayasan Mudra Swari Saraswati sebagai penyelenggara UWRF merupakan yayasan yang bergerak di bidang seni, budaya dan kearifan lokal. Tiga tema besar yang sangat bisa dikembangkan oleh penulis menjadi sebuah karya yang fantastis.

Yang kedua, penulis harus mengumpulkan data pada saat riset sebuah tema. Karena juri pada festival ini tidak hanya dari pakar bahasa, tetapi juga tokoh-tokoh berintelektual tinggi yang pastinya sangat paham akan kevalidan sebuah data. Meskipun yang diseleksi merupakan karya fiksi, bukan berarti hanya mengandalkan imajinasi semata.

Seperti halnya karya Heru Sang Amurwabumi yang dua kali tidak lolos seleksi, menurutnya yang pertama karena hanya sebatas imajinasinya saja, tanpa riset dan data yang kuat. Kemudian naskah kedua, ia sudah melakukan riset, tetapi pada kenyataanya belum membuat juri melirik karyanya. Barulah naskah yang ketiga, selain melakukan riset data, Heru juga melakukan observasi terhadap tempat yang dijadikan obyek pada naskahnya.

Tantangan terberat yang dirasakan Heru saat menyelesaikan naskah diantaranya dari sisi metafisik atau kekuatan supranatural. Pada naskahnya yang ketiga, ia bahkan sempat mendatangi sebuah tempat di tengah-tengah makam tua di Trowulan, Mojokerto yang konon dipercaya sebagai tempat pengikraran Sumpah Palapa. Hal inilah yang termasuk observasi untuk memperkuat fell pada naskahnya yang menceritakan tentang Perang Bubat pada Masa Kerajaan Majapahit.

Kiat ketiga yaitu penulis harus menggunakan bahasa yang nyastra (bahasa yang tidak biasa) dengan tetap memperhatikan unsur seni, budaya, dan kearifan lokal.

Tiga kiat menembus panggung UWRF yang disampaikan Heru Sang Amurwabumi tersebut sangatlah bermanfaat untuk penulis yang ingin menjajah ke ajang bergengsi ini.

 

 


Rabu, 07 Juli 2021

Viral ! Mainan Pop It Harga Selangit, Seberapa Manfaatnya Terhadap Perkembangan Anak?

 


gambar: mainan pop it. sumber gambar : https://shopee.co.id/Fidget-Pop-It-Bulat-Warna-Pelangi-Untuk-Menghilangkan-Stress-i.


Bermain adalah dunia anak-anak, oleh karenanya mainan dan permainan sangat identik dengan anak-anak. Lazimnya mainan dan permainan mengandung maksud dan tujuan yang tentunya dapat mendukung masa kembang anak. Hadirlah alat permainan edukatif (APE) yang biasanya digunakan sebagai media pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, saat ini APE tidak hanya digunakan di lembaga pendidikan, karena APE dijual untuk umum yang bisa dimainkan saat anak di rumah.

Baru-baru ini sedang viral mainan warna-warni terbuat dari karet dengan bentuk yang beraneka ragam. Di kedua sisi terdapat lubang berjajar yang bisa ditekan dan akan muncul di sisi yang berlawanan. Jika Anda sering berbelanja online, biasanya pengemasan disertai bubble wrap dengan gelumbung bening berjajar. Gelembung-gelembung itu bisa dipecahkan. Dan sekelompok orang justru ada yang ketagihan memecahkan gelembung sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kurang lebih seperti itulah mainan pop it yang sedang hits ini. Bedanya pop it tidak akan pecah, melainkan sisi yang ditekan akan berbentuk cekung, sedangkan sisi lain menjadi cembung.

Cara main pop it cukup mudah dan unik. Biasanya pop it dimainkan oleh dua orang atau lebih. Dengan bantuan kelereng yang dilempar ke sisi yang cekung. Sebelum dilempar, seorang pemain menyebutkan angka, lalu pemain yang lain melempar kelereng dan mengusahakan berada di lubang yang benar.

Misalnya seorang pemain menyebutkan angka 10, lalu pemain yang lain melempar kelereng. Setelah kelereng menempati sebuah lubang di sisi yang cekung, kelereng itu ditekan lanjut pop it dibalikkan ke sisi cembung. Dimulai dari atas, semua pemain mulai berhitung dari angka satu sampai angka yang ditentukan. Jika yang diminta angka 10, pemain pun berhitung dari angka 1-10. Nah, posisi kelereng itulah yang sekarang menjadi fokus. Apakah tepat di hitungan ke-10 atau di angka lainnya? Jika lubang kesepuluh yang ditekan terdapat kelereng, permainan itu berhasil. Namun, jika tidak otomatis akan gagal.

Nah, dari permainan pop it tersebut, adakah edukasi yang diambil dan keterampilan yang menyertai?

Tentunya ada. Dari sisi permainan sudah menunjukkan pada tahapan bermain kooperatif  (Cooperative Play) yang menunjukkan adanya interaksi sosial dalam satu kelompok yang disertai dengan perasaan identitas kelompok dan aktivitas terorganisir. Karena dalam permainan pop it terdapat aturan bermain, meskipun aturannya tergolong ringan.

Tidak hanya itu, bermain pop it juga akan merangsang perkembangan kognitif anak. Diantaranya mengenal warna, angka, bentuk dan ruang.

Bermain pop it juga bisa untuk merangsang perkembangan emosional anak. Sabar menunggu giliran, taat peraturan, mau mengalah, mengungkapkan perasaan senang dan sedih.

Harga mainan pop it masih tergolong tinggi jika melihat bahannya yang terbuat dari karet, tapi sudah mengikuti standart SNI. Jadi tidak perlu khawatir saat dimainkan anak-anak. Ukuran sedang mencapai Rp40.000,00 sampai Rp60.000,00.

 

Selasa, 06 Juli 2021

Rahasia Budidaya Kambing Etawa Ala Cak Min, Hasilkan Susu yang Kaya Akan Khasiat

 


Susu merupakan cairan bergizi berwarna putih yang berasal dari kelenjar susu mamalia. Selain sapi, kambing etawa juga termasuk binatang mamalia yang juga memproduksi susu yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Kandungan susu kambing etawa tak kalah berkhasiat dibandingkan susu sapi yang kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat.

Kambing etawa dengan nama latin Capra aegagrus hircus adalah kambing yang didatangkan dari India dan dipersilangkan dengan kambing kacang di Indonesia menghasilkan kambing peranakan etawa. Tinggi kambing jantan berkisar 90-127 sentimeter, sedangkan kambing betina hanya 92 sentimeter. Kambing ini identik dengan warna hitam pada bagian kepala hingga leher, dan putih pada bagian tubuh lainnya.

Cak Min merupakan petani asal Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Nganjuk  yang membudidayakan kambing peranakan etawa. Meskipun masih tergolong petani rumahan, kambing yang dibudidayakan selalu menghasilkan susu yang berlimpah.

Usia awal kambing yang dibudidaya sekitar10-11 bulan, yaitu saat usia siap kawin. Dipelihara selama 1-2 bulan, kambing sudah bisa dikawinkan. Jika beruntung kambing bisa langsung hamil dan mengandung selama lima bulan. Selama menyusui anak kambing, susu tidak diambil. Baru setelah berusia satu bulan, anak kambing bisa dipisahkan dengan induknya dan diganti dengan susu formula khusus binatang.

Menurut Cak Min, perawatan kambing peranakan etawa seperti perawatan binatang pada umunya. Hanya saja perlu memperhatikan nutrisi agar menghasilkan susu yang lebih segar dan melimpah. Dedaunan seperti daun kelor indigofera, lamtoro, turi, merupakan makanan kambing yang kaya akan protein. Biasanya Cak Min juga mencampurkan zat tertentu untuk hasil yang lebih maksimal.

“Kalau kambing fattening bisa hanya diberi sentrat, tapi untuk kambing breding dan produksi susu harus diberi daun hijau,” ungkap Cak Min saat diwawancarai secara virtual (5/7/2021)

Susu kambing etawa bisa dikonsumsi lansung atau dimasak terlebih dahulu. Apa lagi jika untuk terapi kesehatan, lebih baik langsung dikonsumsi tanpa melalui proses perebusan. Karena akan menghilangkan beberapa zat yang berkhasiat.  

Melansir dari sehatq.com beberapa nutrisi yang terkandung dalam susu kambing etawa diantaranya adalah

·         Protein

·         Karbohidrat

·         Kalsium

·         Fosfor

·         Sodium

·         Vitamin A

·         Vitamin B2 (riboflavin)

·         Vitamin B3 (niacin)

·         Laktoferin

Dengan beberapa kandungan nutrisi di atas, susu kambing etawa memiliki beberapa khasiat, diantara :

  • ·         Mengatasi infeksi bakteri
  • ·         Menjaga kesehatan tulang
  • ·         Membantu penyerapan  nutrisi
  • ·         Menjaga kesehatan sistem pencernaan
  • ·         Meningkatkan kekuatan otot
  • ·         Mengobati diare
  • ·         Meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh
  • ·         Menjaga kesehatan mata
  • ·         Meningkatkan kekebalan tubuh
  • ·         Mencegah kanker
  • ·         Merawat sistem syaraf
  • ·         Menurunkan berat badan
  • ·         Merawat fungsi jantung

Susu dengan segudang khasiat itu biasa dijual Cak Min seharga Rp40.000,00 perliter. Ada harga khusus jika membeli secara grosir. Tunggu apa lagi. Mulailah konsumsi minuman menyehatkan kaya akan manfaat. 

 

Senin, 05 Juli 2021

JADI POLISI SAAT PANDEMI




Adalah Affan Akhriyan Mu’azamsyah. Anak muda yang lahir pada tanggal 23 bulan kelima tahun 2001. Merupakan anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan suami istri Abdul Jamil dan Hanik. Berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Tahun 2018, laki-laki yang kerap dipanggil Affan ini lulus dari Madrasah Aliyah Negeri Purwoasri, Papar, Kediri. Memiliki keinginan menjadi anggota POLRI, ia menggali informasi terkait pendaftaran dan hal lain yang berkaitan. Namun, di usianya saat itu ia belum bisa mengikuti seleksi, satu tahun lebih muda dari batas minimal usia yang ditentukan.

Seperti teman-temannya yang lain, Affan pun mengikuti seleksi SPAN PTKIN dan diterima di IAIN Tulungagung, Jawa Timur pada jurusan tadris biologi.

Tahun 2019 bulan Maret ( di akhir semester satu ), Affan memutuskan mengikuti seleksi POLRI. Ia me-manage waktu sebaik mungkin agar bisa mengikuti seleksi dan tetap bisa menjalani pendidikan di kampusnya.

Jumat sampai dengan Minggu ia pulang, menjalani proses seleksi. Mulai dengan registrasi di POLRES Nganjuk, melaksanakan beberapa tes di Surabaya. Namun, usahanya kali ini belum membuah hasil yang menyenangkan. Affan gagal melanjutkan tes berikutnya setelah jatuh di peringkingan daerah.

Laki-laki yang memiliki berat badan 61kg dan tinggi badan 167cm ini tidak patah semangat. Gagal tidak membuatnya gentar. Secara berkala ia tetap melakukan latihan fisik dan memperbaiki pengetahuan yang saat itu diujikan, termasuk memperdalam soal-soal matematika dan bahasa Inggris.

Tidak mampu membagi fokus dan waktu, Affan memutuskan berhenti kuliah pada semester dua. Keputusan yang berisiko tinggi. Namun, ia sudah mantap dengan pilihan yang diambil dan berharap tahun depan bisa mengikuti seleksi POLRI dengan maksimal.

Satu tahun menunggu bukanlah waktu yang sebentar. Rupanya mental juga dipertaruhkan. Bagaimana tidak, segolongan orang tidak memberi dukungan, justru berusaha menjatuhkan.

Keluarga Affan termasuk ke dalam kategori biasa saja dalam hal ekonomi. Bapaknya adalah seorang penjual kambing sekaligus jasa penyembelihannya. Sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Dua adiknya duduk di bangku SD dan SMP, sedangkan yang bungsu masih berusia 3 tahun.

Perkataan yang kurang mengenakkan dari mulut orang dijadikan motivasi untuk Affan dan keluarga. Mereka berusaha maksimal dan berharap yang terbaik kepada Sang Pencipta.

Bulan Maret 2020, saat virus Covid-19 baru menyebar di Indonesia. Keadaan genting di Ibu Kota dan kota-kota besar lainnya. Seleksi POLRI tetap digelar. Namun pendaftaran dilakukan secara virtual.

Affan kembali berjuang dari awal dengan semangat dan harapan yang besar. Setelah melakukan registrasi secara online, berlanjut melengkapi administrasi dan pengambilan nomor peserta di POLRES Nganjuk.

Rangkaian seleksi selanjutnya adalah Tes Kesehatan 1 yang dilakukan di Gedung ACC, UNAIR, Surabaya. Dilanjutkan dengan Tes Psikologi di gedung yang sama. Tes berikutnya yaitu Tes Akademik yang berlangsung di SMKN, Buduran, Sidoarjo. Sampai di titik ini ia mendapat peringkat 41 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.

Tes berikutnya yaitu Tes Kesehatan 2 yang juga diselenggarakan di Gedung ACC, UNAIR, Surabaya. Lanjut Tes Psikologi yang terdiri dari Tes PMK ( Penelusuran Mental Kepribadian ) dan tes Psiko, dilakukan di gedung yang sama. Kemudian tes terakhir sebelum Tes Panthukir adalah Tes Jasmani yang dilakukan di Gedung Delta, Sidoarjo. Di titik ini Affan mendapat peringkat 24 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.

Suasana sangat menegangkan saat menunggu Hasil Akhir Panthukir. Doa terus dilantunkan, memohon yang terbaik kepada Tuhan.

Hari pengumuman telah tiba yaitu Hari Jumat tanggal 13 Nopember 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Karena kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk membuat kerumunan, pengumuman pun juga dilakukan secara virtual.

Hasil akhir yang menggembirakan. Anak muda berkulit sawo matang itu telah lolos seleksi dan diterima menjadi anggota POLRI. Dua hari berikutnya, tepatnya tanggal 15 Nopember 2020 ia beserta 30 anggota lainnya berangkat ke SPN ( Sekolah Polisi Negara ) di Mojokerto, Jawa Timur untuk menjalani proses pendidikan dalam kurun waktu enam bulan.

Enam bulan berlalu begitu cepat. Tepat pada tanggal 28 Juni 2021, anggota POLRI baru se Jawa Timur resmi dilantik dan dipulangkan ke rumah masing-masing sebelum memulai tugas negara dua minggu yang akan datang.

Affan adalah seorang anak dari keluarga sederhana telah mampu membuktikan, bahwa dirinya juga berhak menjadi anggota POLRI, menyisihkan ribuan peserta yang belum lolos. Bersamaan pelantikan tersebut, juga diumumkan jika Affan akan bertugas di POLDA Jawa Timur, Surabaya.

“Hasil tidak akan memandang siapa sia. Siapa pun dia, jika mau berusaha dan bekerja keras maka akan memetik buahnya.”


Kamis, 01 Juli 2021

REVIEW NOVEL BIDADARI UNTUK DEWA BY ASMA NADIA





“Ujian terberat seorang istri adalah ketika suami jatuh di lembah ketidakberdayaan. Dan istri yang baik akan terus bertahan, bukan meninggalkan.”

Novel Bidadari untuk Dewa karya Bunda Asma Nadia ini sangat cocok dibaca oleh para perempuan sekaligus pembisnis. Novel ini merupakan kisah nyata dari seorang entrepreneur Dewa Eka Prayoga yang dikemas apik oleh sang penulis.

Sebelum menuju review novel, berikut blurb dari novel Bidadari untuk Dewa.

BLURB NOVEL BIDADARI UNTUK DEWA

Bisa jadi Dewa adalah satu dari sedikit sosok anak muda fenomenal dari paling banyak membuat kejutan, sebab hidupnya nyaris mirip permainan hidup mati Russian Roullete.

Bagaimana tidak, dari anak muda yang dikagumi karena sudah menghasilkan satu miliar di usia 21 tahun, lalu terjerembab utang nyaris delapan miliar, bangkit sebelum kembali terpuruk dijerat penyakit langka yang dalam kasusnya, delapan puluh persen berpeluang mengantarkannya ke kematian.

Namun, hidupnya tak lantas sunyi, sebab bidadari bermata bak Cleopatra setia menggenggam tangannya, mengalirkan cinta tanpa syarat, tak beranjak meski sepasang sayapnya patah dan terkikis luka.

“Bidadarimu di sini.”

Bisikan lembut terus menguatkan.

Di ujung ujian yang nyaris mematahkan seluruh pertahanan Dewa bangkit seperti Herkules yang marah karena pengkhianatan. Bukan kutukan atau mantra mematikan yang ia lepaskan, tapi semangat istighfar dan kekuatan ridha untuk tetap tegak tanpa boleh sedikit pun melupakan Sang Maha Pencipta.

RINGKASAN KISAH DI NOVEL BIDADARI UNTUK DEWA

Dewa yang merupakan mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI yang berlokasi di Bandung Jawa Barat. Pemuda yang cerdik, berwawasan luas hingga menjadikan dia menjadi salah satu mahasiswan kaya dengan penghasilan satu miliar di usia 21 tahun dengan mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar dan menerbitkan buku bertema seputar bisnis dan entrepeneurship.

Menikah muda dengan Haura, teman di kampus sekaligus partner di lembaga Bimbel yang didirikan. Namun, ibu Dewa tidak begitu menyukai Haura. Dewa berusaha mendekatkan keduanya.

Bom kebencian itu meledak di usia pernikahan yang belum genap satu bulan, Dewa tertimpa musibah. Ia tertipu temannya yang berkedok sebagai ustad. Ya, ustad gadungan tepatnya. Tidak sedikit kerugian yang harus ditanggung Dewa, kurang lebih delapan miliar. Kerugian tersebut bukan murni uang Dewa. Karena Dewa mengajak orang lain untuk ikut dalam bisnisnya, dengan penuh tanggung jawab Dewa berjanji akan mengembalikan uang mereka. Ibu mertua Haura semakin benci, mengatakan bahwa Haura merupakan sumber kesialan dalam keluarga baru mereka.

Dewa memutar otak untuk melunasi utangnya kepada pihak yang juga menjadi korban dalam bisnis tersebut. Dibantu kedua sahabatnya ia merintis bisnis kecil dengan memanfaatkan media sosial untuk menawarkan produknya. Perjuangan dan air mata mereka rasakan hingga titik darah penghabisan. Namun, untuk melunasi semua utangnya membutuhkan waktu puluhan tahun. Dewa kembali memutar otak untuk memikirkan bagaimana cara melunasi utang tersebut dengan cepat.

Badai belum berlalu, utang belum sempurna terlunasi. Dewa kembali jatuh. Kali ini jatuh di lembah ketidakberdayaan. Seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan, mulut  tidak bisa untuk mengungkapkan. Dewa terserang penyakit imun yang sangat langka, dan prosentase sembuhnya hanya dua puluh persen saja.

Perjuangan harus kembali digelakkan. Air mata terus bercucuran. Doa dan harapan diagungkan. Hanya Sang Pencipta tempat meminta pertolongan.

Berbulan-bulan Dewa terbaring dalam ketidakberdayaan. Pengobatan dan terapi terus dilakukan. Kerabat dan teman turut berdatangan.  Rendy Saputra, salah satu teman yang datang ke rumah untuk menjenguk Dewa. Ia memiliki cara unik untuk menghibur sekaligus membangkitkan semangat Dewa untuk kesembuhan.

“Mas, Bro! Tanggal 4 Maret hadirlah. Kalau kamu tidak bisa berdiri, duduklah ! Bagaimana pun caranya, kalau kamu tidak bicara, aku yang ngomong. Aku sediakan seribu panggung untukmu di tempat terbaik. Tolong hadir jadi kisah nyata.”

Rupanya undangan dari produser film Dua Kodi Kartika untuk menjadi pembicara itu mampu menyuntikkan semangat Dewa untuk sembuh. Meskipun belum sembuh total, Dewa pun menghadiri seminar tersebut dengan masih menggunakan kursi roda.

BAGIAN YANG SAYA SUKA DI NOVEL BIDADARI UNTUK DEWA

Terlepas penulis novel yang memang saya suka, novel ini dikemas dengan apik yang menggabungkan gaya bahasa dengan dongeng mitologi Yunani. Banyak pengetahuan yang bisa didapat di novel ini. tak kalah menariknya ilmu bisnis juga disematkan oleh penulis karena memang tokoh Dewa dalam cerita merupakan seorang yang sukses dalam berbisnis.

Haura yang berarti bidadari merupakan nama samaran istri Kang Dewa. Haura merupakan sosok istri tang tabah, tangguh, dan setia. Gejolak yang terjadi di rumah tangga mereka sangat menginspirasi keluarga-keluarga muda di luar sana.

Ohya, dari novel ini saya jadi tahu nama-nama Dewa dalam dongeng Mitologi Yunani. Pokoknya keren banget novelnya. Kalian wajib membacanya.

Berikut tadi merupakan review novel Bidadari untuk Dewa dari kacamata saya. Terima kasih sudah berkunjung dan sudi membaca tulisan receh ini. Jangan lupa tinggalkan komen, ya!

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...