Adalah Affan Akhriyan
Mu’azamsyah. Anak muda yang lahir pada tanggal 23 bulan kelima tahun 2001. Merupakan
anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan suami istri Abdul Jamil dan
Hanik. Berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk,
Jawa Timur.
Tahun 2018, laki-laki
yang kerap dipanggil Affan ini lulus dari Madrasah Aliyah Negeri Purwoasri,
Papar, Kediri. Memiliki keinginan menjadi anggota POLRI, ia menggali informasi
terkait pendaftaran dan hal lain yang berkaitan. Namun, di usianya saat itu ia
belum bisa mengikuti seleksi, satu tahun lebih muda dari batas minimal usia
yang ditentukan.
Seperti teman-temannya
yang lain, Affan pun mengikuti seleksi SPAN PTKIN dan diterima di IAIN
Tulungagung, Jawa Timur pada jurusan tadris
biologi.
Tahun 2019 bulan Maret
( di akhir semester satu ), Affan memutuskan mengikuti seleksi POLRI. Ia me-manage waktu sebaik mungkin agar bisa
mengikuti seleksi dan tetap bisa menjalani pendidikan di kampusnya.
Jumat sampai dengan
Minggu ia pulang, menjalani proses seleksi. Mulai dengan registrasi di POLRES
Nganjuk, melaksanakan beberapa tes di Surabaya. Namun, usahanya kali ini belum
membuah hasil yang menyenangkan. Affan gagal melanjutkan tes berikutnya setelah
jatuh di peringkingan daerah.
Laki-laki yang memiliki
berat badan 61kg dan tinggi badan 167cm ini tidak patah semangat. Gagal tidak
membuatnya gentar. Secara berkala ia tetap melakukan latihan fisik dan
memperbaiki pengetahuan yang saat itu diujikan, termasuk memperdalam soal-soal
matematika dan bahasa Inggris.
Tidak mampu membagi
fokus dan waktu, Affan memutuskan berhenti kuliah pada semester dua. Keputusan yang
berisiko tinggi. Namun, ia sudah mantap dengan pilihan yang diambil dan
berharap tahun depan bisa mengikuti seleksi POLRI dengan maksimal.
Satu tahun menunggu
bukanlah waktu yang sebentar. Rupanya mental juga dipertaruhkan. Bagaimana tidak,
segolongan orang tidak memberi dukungan, justru berusaha menjatuhkan.
Keluarga Affan termasuk
ke dalam kategori biasa saja dalam hal ekonomi. Bapaknya adalah seorang penjual
kambing sekaligus jasa penyembelihannya. Sementara ibunya hanya seorang ibu
rumah tangga. Dua adiknya duduk di bangku SD dan SMP, sedangkan yang bungsu
masih berusia 3 tahun.
Perkataan yang kurang
mengenakkan dari mulut orang dijadikan motivasi untuk Affan dan keluarga.
Mereka berusaha maksimal dan berharap yang terbaik kepada Sang Pencipta.
Bulan Maret 2020, saat
virus Covid-19 baru menyebar di Indonesia. Keadaan genting di Ibu Kota dan
kota-kota besar lainnya. Seleksi POLRI tetap digelar. Namun pendaftaran
dilakukan secara virtual.
Affan kembali berjuang
dari awal dengan semangat dan harapan yang besar. Setelah melakukan registrasi
secara online, berlanjut melengkapi
administrasi dan pengambilan nomor peserta di POLRES Nganjuk.
Rangkaian seleksi
selanjutnya adalah Tes Kesehatan 1 yang dilakukan di Gedung ACC, UNAIR,
Surabaya. Dilanjutkan dengan Tes Psikologi di gedung yang sama. Tes berikutnya
yaitu Tes Akademik yang berlangsung di SMKN, Buduran, Sidoarjo. Sampai di titik
ini ia mendapat peringkat 41 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.
Tes berikutnya yaitu
Tes Kesehatan 2 yang juga diselenggarakan di Gedung ACC, UNAIR, Surabaya. Lanjut
Tes Psikologi yang terdiri dari Tes PMK ( Penelusuran Mental Kepribadian ) dan
tes Psiko, dilakukan di gedung yang sama. Kemudian tes terakhir sebelum Tes
Panthukir adalah Tes Jasmani yang dilakukan di Gedung Delta, Sidoarjo. Di titik
ini Affan mendapat peringkat 24 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.
Suasana sangat
menegangkan saat menunggu Hasil Akhir Panthukir. Doa terus dilantunkan, memohon
yang terbaik kepada Tuhan.
Hari pengumuman telah
tiba yaitu Hari Jumat tanggal 13 Nopember 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Karena kondisi
pandemi tidak memungkinkan untuk membuat kerumunan, pengumuman pun juga
dilakukan secara virtual.
Hasil akhir yang
menggembirakan. Anak muda berkulit sawo matang itu telah lolos seleksi dan
diterima menjadi anggota POLRI. Dua hari berikutnya, tepatnya tanggal 15
Nopember 2020 ia beserta 30 anggota lainnya berangkat ke SPN ( Sekolah Polisi
Negara ) di Mojokerto, Jawa Timur untuk menjalani proses pendidikan dalam kurun
waktu enam bulan.
Enam bulan berlalu
begitu cepat. Tepat pada tanggal 28 Juni 2021, anggota POLRI baru se Jawa Timur
resmi dilantik dan dipulangkan ke rumah masing-masing sebelum memulai tugas
negara dua minggu yang akan datang.
Affan adalah seorang
anak dari keluarga sederhana telah mampu membuktikan, bahwa dirinya juga berhak
menjadi anggota POLRI, menyisihkan ribuan peserta yang belum lolos. Bersamaan pelantikan
tersebut, juga diumumkan jika Affan akan bertugas di POLDA Jawa Timur, Surabaya.
“Hasil tidak akan
memandang siapa sia. Siapa pun dia, jika mau berusaha dan bekerja keras maka
akan memetik buahnya.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar