Senin, 05 Juli 2021

JADI POLISI SAAT PANDEMI




Adalah Affan Akhriyan Mu’azamsyah. Anak muda yang lahir pada tanggal 23 bulan kelima tahun 2001. Merupakan anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan suami istri Abdul Jamil dan Hanik. Berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Tahun 2018, laki-laki yang kerap dipanggil Affan ini lulus dari Madrasah Aliyah Negeri Purwoasri, Papar, Kediri. Memiliki keinginan menjadi anggota POLRI, ia menggali informasi terkait pendaftaran dan hal lain yang berkaitan. Namun, di usianya saat itu ia belum bisa mengikuti seleksi, satu tahun lebih muda dari batas minimal usia yang ditentukan.

Seperti teman-temannya yang lain, Affan pun mengikuti seleksi SPAN PTKIN dan diterima di IAIN Tulungagung, Jawa Timur pada jurusan tadris biologi.

Tahun 2019 bulan Maret ( di akhir semester satu ), Affan memutuskan mengikuti seleksi POLRI. Ia me-manage waktu sebaik mungkin agar bisa mengikuti seleksi dan tetap bisa menjalani pendidikan di kampusnya.

Jumat sampai dengan Minggu ia pulang, menjalani proses seleksi. Mulai dengan registrasi di POLRES Nganjuk, melaksanakan beberapa tes di Surabaya. Namun, usahanya kali ini belum membuah hasil yang menyenangkan. Affan gagal melanjutkan tes berikutnya setelah jatuh di peringkingan daerah.

Laki-laki yang memiliki berat badan 61kg dan tinggi badan 167cm ini tidak patah semangat. Gagal tidak membuatnya gentar. Secara berkala ia tetap melakukan latihan fisik dan memperbaiki pengetahuan yang saat itu diujikan, termasuk memperdalam soal-soal matematika dan bahasa Inggris.

Tidak mampu membagi fokus dan waktu, Affan memutuskan berhenti kuliah pada semester dua. Keputusan yang berisiko tinggi. Namun, ia sudah mantap dengan pilihan yang diambil dan berharap tahun depan bisa mengikuti seleksi POLRI dengan maksimal.

Satu tahun menunggu bukanlah waktu yang sebentar. Rupanya mental juga dipertaruhkan. Bagaimana tidak, segolongan orang tidak memberi dukungan, justru berusaha menjatuhkan.

Keluarga Affan termasuk ke dalam kategori biasa saja dalam hal ekonomi. Bapaknya adalah seorang penjual kambing sekaligus jasa penyembelihannya. Sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Dua adiknya duduk di bangku SD dan SMP, sedangkan yang bungsu masih berusia 3 tahun.

Perkataan yang kurang mengenakkan dari mulut orang dijadikan motivasi untuk Affan dan keluarga. Mereka berusaha maksimal dan berharap yang terbaik kepada Sang Pencipta.

Bulan Maret 2020, saat virus Covid-19 baru menyebar di Indonesia. Keadaan genting di Ibu Kota dan kota-kota besar lainnya. Seleksi POLRI tetap digelar. Namun pendaftaran dilakukan secara virtual.

Affan kembali berjuang dari awal dengan semangat dan harapan yang besar. Setelah melakukan registrasi secara online, berlanjut melengkapi administrasi dan pengambilan nomor peserta di POLRES Nganjuk.

Rangkaian seleksi selanjutnya adalah Tes Kesehatan 1 yang dilakukan di Gedung ACC, UNAIR, Surabaya. Dilanjutkan dengan Tes Psikologi di gedung yang sama. Tes berikutnya yaitu Tes Akademik yang berlangsung di SMKN, Buduran, Sidoarjo. Sampai di titik ini ia mendapat peringkat 41 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.

Tes berikutnya yaitu Tes Kesehatan 2 yang juga diselenggarakan di Gedung ACC, UNAIR, Surabaya. Lanjut Tes Psikologi yang terdiri dari Tes PMK ( Penelusuran Mental Kepribadian ) dan tes Psiko, dilakukan di gedung yang sama. Kemudian tes terakhir sebelum Tes Panthukir adalah Tes Jasmani yang dilakukan di Gedung Delta, Sidoarjo. Di titik ini Affan mendapat peringkat 24 dari keseluruhan peserta dari Nganjuk.

Suasana sangat menegangkan saat menunggu Hasil Akhir Panthukir. Doa terus dilantunkan, memohon yang terbaik kepada Tuhan.

Hari pengumuman telah tiba yaitu Hari Jumat tanggal 13 Nopember 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Karena kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk membuat kerumunan, pengumuman pun juga dilakukan secara virtual.

Hasil akhir yang menggembirakan. Anak muda berkulit sawo matang itu telah lolos seleksi dan diterima menjadi anggota POLRI. Dua hari berikutnya, tepatnya tanggal 15 Nopember 2020 ia beserta 30 anggota lainnya berangkat ke SPN ( Sekolah Polisi Negara ) di Mojokerto, Jawa Timur untuk menjalani proses pendidikan dalam kurun waktu enam bulan.

Enam bulan berlalu begitu cepat. Tepat pada tanggal 28 Juni 2021, anggota POLRI baru se Jawa Timur resmi dilantik dan dipulangkan ke rumah masing-masing sebelum memulai tugas negara dua minggu yang akan datang.

Affan adalah seorang anak dari keluarga sederhana telah mampu membuktikan, bahwa dirinya juga berhak menjadi anggota POLRI, menyisihkan ribuan peserta yang belum lolos. Bersamaan pelantikan tersebut, juga diumumkan jika Affan akan bertugas di POLDA Jawa Timur, Surabaya.

“Hasil tidak akan memandang siapa sia. Siapa pun dia, jika mau berusaha dan bekerja keras maka akan memetik buahnya.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...