Halo! Bulan September
ini saya mulai bergabung pada sebuah komunitas menulis yang pesertanya berasal
dari wilayah Indonesia bahkan ada yang berdomisili di luar Nusantara. One Day One Post atau biasa disebut
dengan ODOP merupakan sebuah komunitas yang mewajibkan pesertanya untuk menulis
di blog setiap hari.
Sebenarnya nama
komunitas yang memasuki batch kesembilan
ini sudah lama saya dengar, tentunya dari teman-teman literasi dari lintas
komunitas. Bahkan tahun lalu tepatnya di batch kedelapan, saya pernah menjadi
narasumber dengan materi Trik Menulis Artikel untuk Media. Namun, tahun ini
saya harus berjuang sebagai peserta ODOP batch 9 sampai nanti kelulusan.
Di awal berdirinya ODOP
yaitu pada tahun 2015 proses perekrutan anggota ini berlangsung selama tiga
bulan. Namun, pada batch 9 ini hanya berlangsung selama empat puluh hari. Hal
ini diterangkan oleh pemateri pada Masa Orientasi ODOP yaitu Heru Sang Amurwabumi
pada Rabu, 1 September 2021 di WAG ODOP.
Bang Syaiha yang
merupakan founder ODOP sekaligus
sebagai pengasuh di sekolah sosial Rumah Muda Indonesia, dulunya adalah
kontributor di Kompasiana. Karena suatu hal tertentu, Bang Syaiha memutuskan
untuk beralih menulis di blog. Traffic
dan followers yang pasif adalah
kendala saat menulis di blog pribadi. Dari sanalah muncul sebuah gagasan untuk
mengumpulkan sekelompok orang yang memiliki visi dan misi senada. Di tahun 2015
pra ODOP membuka pendaftaran anggota angkatan pertama. Tak disangka, sekitar
seratus lima puluh orang tergabung yang kemudian dibimbing dan diberi
pembekalan materi dasar kepenulisan.
Untuk mengarahkan
program-program selanjutnya, pada tahun 2017 dibentuklah kepengurusan ODOP
generasi pertama, dan yang terpilih menjadi ketua ODOP saat itu adalah Heru
Sang Amurwabumi.
Selanjutnya tonggak
kepengurusan ODOP beralih dari masa ke masa. M. S Wijaya sebagai ketua generasi kedua, Wakhid
Syamsudin sebagai ketua enerasi ketiga, Sakifah sebagai ketua generasi keempat
dan M. Zen sebagai ketua generasi kelima.
Adapaun visi yang
melatarbelakangi berdirinya Komunitas ODOP yaitu menjadi komunitas penulis
terbesar (dalam prestasi ) di Indonesia. Dengan misi menumbuhkan minat baca
tulis, sebagai salah satu sumbangsih kepada dunia literasi tanah air, mencetak
penulis ideal tanpa mengedepankan unsur materi/bisnis dalam proses belajar.
Nah, jika saya nanti
bertahan sampai kelulusan, maka saya berhak mengikuti program-program yang
diselenggarakan oleh komunitas ODOP, diantaranya adalah :
- ODOP
TEMBUS MEDIA (OTM)
Di
program ini anggota ODOP akan dibimbing menulis dan mengirimkan karya ke media
cetak dan online. Wakhid Syamsudin
adalah penanggungjawab atas program ini.
- SQUAD
BLOGGER ODOP (SBO)
Program
ini merupakan bimbingan untuk membuat, menulis, dan mengoptimalkan blog. Jihan
Mawaddah merupakan penanggungjawab di program tersebut.
- ODOP
NULIS BUKU (ONB)
Program
ini semacam bimbingan kepada anggota ODOP untuk menulis hingga menerbitkan
buku. Sakifal I. adalah penanggung jawab di program ini.
- READING
CHALLENGE ODOP (RCO)
Program
di mana akan menantang anggota ODOP untuk meningkatkan daya baca buku. Sebagai penanggungjawab
adalah Pebri Ika.
Ada hal unik pada
komunitas ini yang mungkin tidak dimiliki komunitas lainnya yaitu memiliki jingle
yang diciptakan oleh Mas Urip Widodo yang merupakan anggota ODOP
batch 2 dengan aransemen sekaligus divokali oleh Bulik Heni S. Yang juga
merupakan anggota ODOP batch 2.
Tidak hanya itu,
meskipun anggota ODOP tersebar di seluruh wilayah Indonesia, komunitas ini
mengadakan Musyawarah Nasional yang artinya para anggota bisa bertatap muka
dengan anggota yang lainnya. Namun, karena adanya pandemi Munas belum terselenggaran
lagi.
Bagi saya ODOP
merupakan sarana untuk melatih konsistensi menulis. Yang pada hakikatnya
menulis bukanlah bakat dari lahir, melainkan keterampilan. Dan keterampilan itu
akan berkembang jika sering dilatih.

Mantab kak Vyda. Penjelasan nya rinci. Terima kasih. Jadi makin tau tentang ODOP nih
BalasHapusSama-sama, Kak.
BalasHapusTerimakasih kak Vyda atas info dan ilmu nya.
BalasHapusSama-sama, Kak. ☺️
Hapus