Anak dan permainan
adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Permainan merupakan sarana bagi
anak untuk belajar dan mengenal lingkungan. Seiring perkembangannya, permainan semakin
bervariatif yang diciptakan untuk merangsang perkembangan anak.
Secara umum
perkembangan anak meliputi perkembangan motorik, perkembangan emosi,
perkembangan kognitif, perkembangan bahasa dan perkembangan spiritual. Perkembangan
ini dapat dicapai dengan cara yang berbeda, termasuk salah satunya dengan permainan
edukatif.
Selain Pop It, Slime juga tengah naik popularitasnya.
Mainan ini bebentuk seperti lendir yang diberi warna dan perasa yang
berbeda-beda. Sekilas slime seperti
plastisin, tetapi permainan ini memiliki tekstur yang lembek dan mudah untuk
diremas.
Berbeda dengan
plastisin yang memiliki bau khas, slime
justru memiliki bau yang sedap. Mulai dari bau makanan ringan, buah-buahan,
minuman, kue, sabun, dan lain sebagainya.
Warna slime biasanya menyesuaikan
dengan perasa yang dicampurkan. Warna kuning untuk bau pisang, biru untuk bau
es krim, hijau untuk bau klepon, jingga untuk makanan ringan. Beberapa slime yang dijual biasanya dilengkapi
dengan miniatur rasa yang dimaksud. Benda kecil yang berbentuk seperti aslinya
itu dapat menarik pembeli tentunya.
Tidak hanya itu,
beberapa varian slime dibubuhi
taburan foam. Pencampuran foam pada adonan slime menjadikan teksturnya menjadi lebih kesat dan memberikan
kesan enak ketika diremas. Semakin banyak campuran foam, semakin enak pula memainkan slime-nya.
Uniknya mainan slime adalah bukan hanya digeluti oleh
anak-anak. Remaja hingga orang dewasa pun juga suka memainkan slime. Terbukti semakin banyaknya orang
yang memproduksi slime dan dijual di e-commerse – e-commerse lokal dan penjualannya melesat signifikan.
Setiap mainan atau
permainan diciptakan bukan tanpa tujuan, begitu juga dengan slime. Bagi anak-anak slime dapat merangsang
perkembangan koginitifnya. Dengan slime
anak bisa elajar mengenal warna, tekstur, bau tertentu, dan bentuk.
Selain itu slime juga bisa dimanfaatkan sebagai
sarana untuk menyalurkan emosi pada anak. Ketika bermain, bisa saja anak merasa
senang atau pun kesal. Nah, sebagai orang tua sebaiknya memberi pengertian
kepada anak untuk mengontrol emosi dengan membiasakan sikap sabar.
Slime
juga
bisa dimanfaatkan sebagai penghilang rasa bosan setelah melakukan kegiatan
belajar. Mengembalikan aura negatif pada otak sehingga anak kembali fresh setelah memainkan slime.
Perkembangan motorik anak juga
terangsang ketika meremas slime.
Jika dengan slime dapat merangsang indikator
perkembangan pada anak, adakah manfaatnya bagi orang dewasa?
Tentunya ada. Efek
lelah dan penat dapat direlaksasikan dengan meremas-remas slime dan menghirup aromanya. Gerakan jari ketika meremas dapat
melancarkan peredaran darah yang bisa membuat kita rileks dan mengembalikan fokus pada otak.
Nah, sudahkan Anda
mencoba memainkan slime, jika belum
coba, deh!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar