Jumat, 03 September 2021

Digeluti Anak-Anak Hingga Orang Dewasa, Sebenarnya Apa Manfaat Slime?


Anak dan permainan adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Permainan merupakan sarana bagi anak untuk belajar dan mengenal lingkungan. Seiring perkembangannya, permainan semakin bervariatif yang diciptakan untuk merangsang perkembangan anak.

Secara umum perkembangan anak meliputi perkembangan motorik, perkembangan emosi, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa dan perkembangan spiritual. Perkembangan ini dapat dicapai dengan cara yang berbeda,  termasuk salah satunya dengan permainan edukatif.

Selain Pop It, Slime juga tengah naik popularitasnya. Mainan ini bebentuk seperti lendir yang diberi warna dan perasa yang berbeda-beda. Sekilas slime seperti plastisin, tetapi permainan ini memiliki tekstur yang lembek dan mudah untuk diremas.

Berbeda dengan plastisin yang memiliki bau khas, slime justru memiliki bau yang sedap. Mulai dari bau makanan ringan, buah-buahan, minuman, kue,  sabun, dan lain sebagainya. Warna slime biasanya menyesuaikan dengan perasa yang dicampurkan. Warna kuning untuk bau pisang, biru untuk bau es krim, hijau untuk bau klepon, jingga untuk makanan ringan. Beberapa slime yang dijual biasanya dilengkapi dengan miniatur rasa yang dimaksud. Benda kecil yang berbentuk seperti aslinya itu dapat menarik pembeli tentunya.

Tidak hanya itu, beberapa varian slime dibubuhi taburan foam. Pencampuran foam pada adonan slime menjadikan teksturnya menjadi lebih kesat dan memberikan kesan enak ketika diremas. Semakin banyak campuran foam, semakin enak pula memainkan slime-nya.

Uniknya mainan slime adalah bukan hanya digeluti oleh anak-anak. Remaja hingga orang dewasa pun juga suka memainkan slime. Terbukti semakin banyaknya orang yang memproduksi slime dan dijual di e-commerse – e-commerse  lokal dan penjualannya melesat signifikan.

Setiap mainan atau permainan diciptakan bukan tanpa tujuan, begitu juga dengan slime. Bagi anak-anak slime dapat merangsang perkembangan koginitifnya. Dengan slime anak bisa elajar mengenal warna, tekstur, bau tertentu, dan bentuk.

Selain itu slime juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyalurkan emosi pada anak. Ketika bermain, bisa saja anak merasa senang atau pun kesal. Nah, sebagai orang tua sebaiknya memberi pengertian kepada anak untuk mengontrol emosi dengan membiasakan sikap sabar.

Slime juga bisa dimanfaatkan sebagai penghilang rasa bosan setelah melakukan kegiatan belajar. Mengembalikan aura negatif pada otak  sehingga anak kembali fresh setelah memainkan slime.  Perkembangan motorik anak juga terangsang ketika meremas slime.

Jika dengan slime dapat merangsang indikator perkembangan pada anak, adakah manfaatnya bagi orang dewasa?

Tentunya ada. Efek lelah dan penat dapat direlaksasikan dengan meremas-remas slime dan menghirup aromanya. Gerakan jari ketika meremas dapat melancarkan peredaran darah yang bisa membuat kita rileks dan mengembalikan fokus pada otak.

Nah, sudahkan Anda mencoba memainkan slime, jika belum coba, deh! 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...