Selasa, 14 September 2021

Kenali Perbedaan Tulisan Fiksi dan Nonfiksi Berikut Sebelum Memulai Menulis

sumber gambar : https://kitabelajar.github.io/belajar/post/novel-fiksi-dan-non-fiksi/





Menulis adalah kebutuhan manusia. Dalam kehidupan kita tidak terlepas dengan menulis dan tulisan. Koran, majalah, berita online, buku referensi, resep masakan adalah sebuah tulisan. Pernahkah kalian berfikir tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga menciptakannya? Inilah yang disebut dengan menulis profesional. Menulis yang memperhatikan kaidah tata bahasa serta ejaan yang berlaku.

Ada banyak jenis tulisan. Ada jurnal, karya tulis ilmiah, deskripsi, fabel, otobiografi, puisi, surat, novel, dan masih banyak lagi. Tulisan-tulisan tersebut terbagi menjadi dua jenis yaitu tulisan fiksi dan tulisan non fiksi.

Fiksi adalah karya atau narasi yang bisa digabung dengan data dan fakta yang disajikan dalam bentuk imajinatif.  Karya yang masuk dalam kategori karya fiksi diantaranya : cerpen, novelette, novel, komik, graphic novel. Sedangkan Non Fiksi adalah klasifikasi untuk setiap karya informatif (bisa berupa berita) yang bersifat faktual, nyata dalam kehidupan kita. Karya yang masuk dalam kategori non-fiksi diantaranya : Eksposisi, argumentasi, esai, biografi, memoar, opini, jurnalisme, referensi, buku ilmiah, dan sebagainya.

Lantas apa yang membedakan antara fiksi dan non-fiksi? Yaitu pada dasar-dasar atau teknik penulisannya.

Tulisan Fiksi. Dalam sebuah karya pasti ada ide atau topik. Begitu juga dengan karya fiksi. Untuk sumber ide bisa kita dapatkan dari pengamatan atau pengalaman, gagasan dari karya orang lain, literatur, serta imajinasi. Gagasan ide tersebut kemudian kita kembangkan menjadi sebuah tema dan kerangka karangan. Selanjutnya menentukan tokoh yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu yang memiliki sifat atau karakter masing-masing. Dalam dunia fiksi ada istilah protagonis untuk karakter tokoh baik serta antagonis untuk karakter tokoh tidak baik.

Tidak hanya itu, dalam karya fiksi terdapat konflik dan alur. Konflik adalah benturan tokoh dengan dirinya sendiri, dengan tokoh lainnya atau dengan setting. Sedangkan alur adalah kumpulan konflik yang menjadi sebuah rangkaian cerita. Terdapat tiga jenis alur dalam sebuah karya fiksi diantaranya : alur maju (progesif) yang mana cerita berjalan maju; tanpa ada kilas balik,  alur mundur (flashback) cerita dimulai dari masa sekarang, mundur menuju masa lalu; dan alur campuran (flashforward) adalah gabungan dari masa sekarang dan masa lalu.

Dalam menulis fiksi kita dituntut untuk berimajinasi, menentukan latar tempat yang menarik juga tata bahasa yang variatif sehingga menciptakan diksi yang unik.

Tulisan Non-Fiksi. Sama halnya dengan karya fiksi, karya non-fiksi pun harus memiliki ide. Namun, bedanya pada karya non-fiksi tidak membutuhkan imajinasi, justru yang dibutuhkan adalah data atau fakta. Menulis karya non-fiksi terlihat lebih mudah daripada menulis fiksi. Memang benar, tetapi letak kesulitannya adalah pada pengumpulan data dan riset serta literatur yang dibutuhkan. Jika data sudah siap, menulisnya tidak membutuhkan waktu lama.

Hal yang perlu dilakukan sebelum menulis karya non-fiksi adalah : perbanyak membaca buku, artikel serta berita-berita; melatih merangkai kata-kata; menggunakan prinsip 5W+1H ; berlatih menghubungkan kata, kalimat, dan paragraf; serta berlatih mengutip dan menempatkan rujukan.

Ada yang berpendapat bahwa menulis karya non-fiksi lebih mudah daripada karya fiksi. Hal ini bisa dilihat dari para penulis fiksi yang juga mampu membuat karya non-fiksi. Sebaliknya, meskipun ada, tetapi sedikit penulis karya non-fiksi yang membuat karya fiksi.

Namun, apa pun  karyanya adalah hal berharga. Sudahkah kalian menghargai karyamu menjadi sebuah buku? Memang tidak semua penulis  ingin membukukan karyanya, mungkin karena hanya sebagai mengembangkan hobi. Sekarang ubah mindset kalian jika masih berfikir seperti itu. Dengan mencetak dan memasarkan buku, itu artinya kita akan mendapatkan income. Bahkan bisa dengan sistem royalti. Semakin banyak buku tercetak maka semakin banyak pula income yang kita dapatkan.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...