Hampir
semua orang sependapat dengan ungkapan ‘Membaca adalah jendela dunia’. Benar,
tidak ada orang cerdas tanpa membaca. Tidak ada professor handal yang tak suka
membaca. Tidak ada seorang penulis yang enggan membaca. Membaca adalah sebuah
aktivitas mengumpulkan ide, pengetahuan, serta teori yang akan membuat
seseorang menjadi paham dan mengerti terhadap sesuatu hal. Lantas, kapan
aktivitas membaca itu bisa dimulai?
Di
kurikulum pra sekolah tidak diajarkan membaca. Di usia mereka lebih ditekankan
bermain yang mengandung edukasi. Istilahnya bermain sambil belajar, dan belajar
sambil bermain. Selain permaian edukatif, juga dianjarkan pembiasaan-pembiasaan
terkait perilaku positif terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan rumah, sekolah
dan juga lingkungan alam. Namun, saat memasuki sekolah dasar, anak dituntut
untuk bisa membaca. Memang ada sedikit ganjal rasanya. Kurikulum yang tidak ada
kemampuan membaca, tetapi saat masuk SD anak harus bisa membaca. Apa yang
sebaiknya dilakukan oleh pendidik maupun orang tua?
Beberapa
pra sekolah mengajarkan membaca melalui permainan-permainan yang mampu memicu
anak yang mampu mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus membaca. Hal ini
menuntut pendidik lebih kreatif dalam menciptakan permainan edukatif tersebut.
Bukan hanya perkembangan bahasa, tetapi juga aspek perkembangan lainnya seperti
kognitif, sosial emosional, dan juga sosialnya.
Kenapa
harus melalui permainan untuk menjejalkan teori dan pengetahuan pada anak usia
dini? Pertama, dunia anak adalah bermain. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk
melakukan suatu hal di luar permainan, kecuali jika anak menghendakinya. Kedua,
dengan bermain akan melatih interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya.
Apalagi pada permainan kooperatif yang membutuhkan komunikasi dan kerjasama
antar anak satu dangan anak yang lain.
Selain
dengan permainan edukatif ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk
menstimulus perkembangan bahasa pada anak. Sebelum pada tahapan membaca,
pastikan anak sudah menyukai buku. 5 tipsnya diantaranya adalah sebagai
berikut:
1.
Kunjungi
Toko Buku atau Perpustakaan
Jika
menginginkan anak menyukai buku, pertama yang dilakukan adalah menciptakan
atmosfir yang sesuai. Toko buku atau perpustakaan adalah tempat yang tepat
untuk mengenalkan anak pada buku. Kunjungi secara berkala dan belilah beberapa
buku yang anak suka.
2.
Membacakan
Buku pada Anak Setiap Hari
Buku
yang dibacakan bisa dari cerita atau tokoh yang digemari anak. Sebaiknya
mencari buku yang disertai gambar. Karena anak lebih cepat menangkap gambar
daripada tulisan. Dengan mendengarkan guru atau orang tua bercerita anak akan
menghubungkannya dengan gambar yang dilihat, sehingga kosakatanya bertambah.
3.
Menciptakan
Suasana yang Menyenangkan Saat Membaca
Suasana
sedikit memberikan pengaruh ketika anak mendengarkan cerita atau pun membaca.
Menjelang tidur adalah waktu yang bisa Anda lakukan untuk melatih anak untuk
membaca atau sekadar mendengar cerita.
4.
Melatih
Membaca Setelah Bercerita
Perlahan,
latihkan anak membaca setelah Anda bercerita. Buatlah jadwal khusus untuk anak
bercerita menggantikan Anda. Meskipun belum sempurna, tetap berikan apresiasi
dan motivasi agar anak lebih semangat membaca.
5.
Menyiapkan
Rak Khusus Untuk Menyimpan Buku
Terdengarnya
sepele memang. Namun, hal ini adalah cara kita mengajarkan anak untuk
menghargai buku. Biarkan anak untuk menata sendiri buku-bukunya.
Membaca
adalah aktivitas vital untuk menguasai dunia. Membaca bisa dimulai sejak usia
dini dengan cara yang tepat dan tidak membosankan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar