Kamis, 16 September 2021

Pentingkah Mengenalkan Literasi Pada Anak?

 

Hampir semua orang sependapat dengan ungkapan ‘Membaca adalah jendela dunia’. Benar, tidak ada orang cerdas tanpa membaca. Tidak ada professor handal yang tak suka membaca. Tidak ada seorang penulis yang enggan membaca. Membaca adalah sebuah aktivitas mengumpulkan ide, pengetahuan, serta teori yang akan membuat seseorang menjadi paham dan mengerti terhadap sesuatu hal. Lantas, kapan aktivitas membaca itu bisa dimulai?

Di kurikulum pra sekolah tidak diajarkan membaca. Di usia mereka lebih ditekankan bermain yang mengandung edukasi. Istilahnya bermain sambil belajar, dan belajar sambil bermain. Selain permaian edukatif, juga dianjarkan pembiasaan-pembiasaan terkait perilaku positif terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan rumah, sekolah dan juga lingkungan alam. Namun, saat memasuki sekolah dasar, anak dituntut untuk bisa membaca. Memang ada sedikit ganjal rasanya. Kurikulum yang tidak ada kemampuan membaca, tetapi saat masuk SD anak harus bisa membaca. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh pendidik maupun orang tua?

Beberapa pra sekolah mengajarkan membaca melalui permainan-permainan yang mampu memicu anak yang mampu mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus membaca. Hal ini menuntut pendidik lebih kreatif dalam menciptakan permainan edukatif tersebut. Bukan hanya perkembangan bahasa, tetapi juga aspek perkembangan lainnya seperti kognitif, sosial emosional, dan juga sosialnya.

Kenapa harus melalui permainan untuk menjejalkan teori dan pengetahuan pada anak usia dini? Pertama, dunia anak adalah bermain. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk melakukan suatu hal di luar permainan, kecuali jika anak menghendakinya. Kedua, dengan bermain akan melatih interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi pada permainan kooperatif yang membutuhkan komunikasi dan kerjasama antar anak satu dangan anak yang lain.

Selain dengan permainan edukatif ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menstimulus perkembangan bahasa pada anak. Sebelum pada tahapan membaca, pastikan anak sudah menyukai buku. 5 tipsnya diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Kunjungi Toko Buku atau Perpustakaan

Jika menginginkan anak menyukai buku, pertama yang dilakukan adalah menciptakan atmosfir yang sesuai. Toko buku atau perpustakaan adalah tempat yang tepat untuk mengenalkan anak pada buku. Kunjungi secara berkala dan belilah beberapa buku yang anak suka.

2.      Membacakan Buku pada Anak Setiap Hari

Buku yang dibacakan bisa dari cerita atau tokoh yang digemari anak. Sebaiknya mencari buku yang disertai gambar. Karena anak lebih cepat menangkap gambar daripada tulisan. Dengan mendengarkan guru atau orang tua bercerita anak akan menghubungkannya dengan gambar yang dilihat, sehingga kosakatanya bertambah.

3.      Menciptakan Suasana yang Menyenangkan Saat Membaca

Suasana sedikit memberikan pengaruh ketika anak mendengarkan cerita atau pun membaca. Menjelang tidur adalah waktu yang bisa Anda lakukan untuk melatih anak untuk membaca atau sekadar mendengar cerita.

4.      Melatih Membaca Setelah Bercerita

Perlahan, latihkan anak membaca setelah Anda bercerita. Buatlah jadwal khusus untuk anak bercerita menggantikan Anda. Meskipun belum sempurna, tetap berikan apresiasi dan motivasi agar anak lebih semangat membaca.

5.      Menyiapkan Rak Khusus Untuk Menyimpan Buku

Terdengarnya sepele memang. Namun, hal ini adalah cara kita mengajarkan anak untuk menghargai buku. Biarkan anak untuk menata sendiri buku-bukunya.

Membaca adalah aktivitas vital untuk menguasai dunia. Membaca bisa dimulai sejak usia dini dengan cara yang tepat dan tidak membosankan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OVERDOSIS

  Di depan cermin, terlihat   perutku semakin besar. Lalu kuelus bulatan di perut ini. Penyakit yang aku takuti, mungkinkah itu terjadi. Bag...